45. Dan (Ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) Hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya Rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk
Allah mengingatkan manusia bahwa mereka akan dikumpulkan. Mereka akan merasa bahwa kehidupannya dahulu waktu di dunia hanya sesaat dari waktu siang. Sangat singkat. Hanya sempat berkenalan dan selesai. Yang dialami hidup di dunia 70 th, tapi hanya sekejap. Itu perbandingan kehidupan di dunia dan di akherat. Hidup yang sesaat di dunia akan menentukan hidup yang abadi di akherat. Maka di dunia ini kita harus berjuang dan berkorban untuk mengapai rida Allah yang insyaallah akan menghantar kita ke kampung akherat dengan bekal yang cukup. Tidak mengikuti hawa nafsu yang orientasinya hanya dunia saja. Hal ini akan membuat celaka.Dan termasuk orang yang merugi.
Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah. Al-Qur’an memakai istilah merugi dan beruntung. Karena di akherat akan ada dua golongan manusia. Kita diberi lading yang sama oleh Allah, semua tergantung bagaimana kita mengolahnya, merawatnya, menanamnya, dan kesungguhan kita untuk menjadikannya ladang yang produktif, sedang-sedang saja atau puso dan gagal panen. Maka luruskan niat jangan sampai mengering hanya karena riya. Amal atau pahala juga harus dijaga. Jangan sampai rusak. Dan godaan orang yang beramal itu riya. Maka ketika kita beramal, bersodaqoh bacalah taawud atau surat An-Nass.
46. Dan jika kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa) yang kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) kami wafatkan kamu (sebelum itu), Maka kepada kami jualah mereka kembali[694], dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
[694] Maksudnya: namun di akhirat kelak Allah akan memperlihatkan juga azab itu kepada nabi Muhammad s.a.w
Ayat ini menceritakan bahwa akan diperlihatkan oleh Allah apa yang dijanjikanNya. Yaitu mengazab orang musyrik. Apakah setelah wafatnya Nabi atau sebelum wafatnya Nabi. Semua sama saja. Yakinlah bahwa semua akan kembali pada Allah. Yang taat akan mendapat balasan yang baik atau surga, sedang yang tidak taat akan diazab. Jangan risau karena Allah tidak menzalimi manusia. Dan Allah menjadi saksi dengan apa yang sudah manusia kerjakan.
47. Tiap-tiap umat mempunyai rasul; Maka apabila Telah datang Rasul mereka, diberikanlah Keputusan antara mereka[695] dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.
[695] Maksudnya: antara Rasul dan kaumnya yang mendustakannya.
Kita ingat kisah nabi Yunus, nabi Nuh, dan nabi Luth. Bagaimana Allah membinasakan dan memberi keputusan yang adil bagi kaum yang ingkar. Mereka ada yang percaya dan ada yang menolak dengan ajakan Rasul maka mereka pun akan menerima keputusan yang se adil-adilnya dari Allah. Tidak ada satu pun yang dizalimi oleh Allah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar